2BUKAN GANG BUNTU: 02/13/10 .emoWrap{ background:#ccc; border: 1px solid #333; margin:5px; padding:10px;}

Sabtu, 13 Februari 2010

KISAH KLASIK MAHASISWA STIAMI


SANGGAR OR, oleh : mamang
-------------------------
Sebuah kisah anak kampus yang tidak pernah pulang keperaduan dalam depakan bantal guling!!!! Kisah ini akan menguat dalam dekapan kehidupan dan akan terkenang di mana para penghuni sanggar OR bertempat tinggal. Sanggar OR sebuah perkupulan anak kampus yang tidak mempunyai tempat tuk bersarang di mana selepas dalam aktivitasnya yaitu kuliahhhhhhh, terbentuknya Sanggar OR dikarnakan permasalahan aktivis yang tidak mempunyai peraduan seperti yang awal di ceritakan,tercetusnya sebuah ide dan aktivitas ketika dalam sang matahari terbenam yang akan timbul dalam waktu 6 jam, nah disinilah tercetus sebuah nama OR alias (Ogah Rugi) kenapa di namakan OR????? pada saat itu kita iseng tuk membuat sebuah Spanduk Organisasi yang akan di sablonnnn,iseng2 lah jalan ke proyek senen di sana kami membeli semua kebutuhan tuk menyablon ya seperti medium,pasta,perwarna, kaen putih juga sekaligus membeli kertas karton.

Disinilah kami memulai tuk mencari sebungkus roko,sebungkus nasi tuk bertahan dan mengisi voucer nomor hp kami. dari awal ini kami menerima order apapun yang kami bisa lakukan yang penting pada prinsip kami di mana kerjaan yang terlihat dan tergenggam kami akan lakukan yang penting halallllll dan barokahhhhh...dan tidak rugi!! alias OR (Ogah Rugi).
Disinilah Sanggar OR ini didirikan oleh beberapa mahasiswa Syukran( syukran misiliu),Mamank (mamank setiawan), Bedul ( as. gunawan) ,Didi( didi rohendi),Elfis (elfis pesley) semua mempunyai keahlian masing2 tuk mengerjakan krativitasnya dan dapat menyelesaikan kerjaan sesuai bidang yang di milikinya.
Sanggar OR berdiri pada tahun 2002 yang jelas tanggal dan bulan kami tidak ingat....yang pasti kami tidak pernah mencatat apa yang seharusnya kami catat sehingga tidak tau pada tanggal berapa OR berdiri di Kampus kami STIAMI,ya maklumlah penyakit lupa selalu mendekapi kami. untungnya kami tidak lupa tuk menjalankan kewajiban kami pada sang pencipta, menjalankan sholat 5 waktu.byang jelas apa yang di perintahkan sang pencipta kita harus laksanakan!!!
Kisah ini akan mengungkap kisah perjalan Sanggar OR,
Sanggar OR didirikan oleh mahasiswa STIAMI yang mana mereka dari rantau atau pribumi yang jarang tuk menemui keluarga tercintanya,,,tapi jangan salah!! biarpun kami jarang ketemu,kami sangat mencintai keluarga kami dan sahabat kami biarpun kami tidak satu suku alias berbeda bahasa yang di bawakan masing2 tapi kami harus kompak ketika kami mendapat kan order, entah dari Organisasi atau dari kampus tapi ada juga dari luar, itu pun di kasi teman kami yang sudah bekerja yang bukan termasuk anggota kami alias Sanggar OR.

Sebelum kami mengulas kisah Sanggar OR lebih jauh tuk di ketahui oleh para pembaca, kami akan mengulas asal usul kami yang jelas bukan datang ga di jemput pulang ga dianterinnnn...ehhh ituh mah jaelangkung!!! wah da lewat pembicaraan...ya gitulah para pembaca kami selalu bercanda supaya awet muda kata orang dulu kami selalalu menghibur dan terhibur biarpun dengan ketidak pulangan kami keperaduan dalam pelukan bantal guling kami, heheheheeeee...
Kita akan kembali kecerita Sanggar OR, tentang asal usul pendiri Sanggar OR yang pertama,
Syukran, berasal dari laut lepas jawa yaitu sulawesi bertempat tinggal dmi daerah Gorontalo yang jelas kami mengasih biodata tidak akan selengkap ketika mengirim surat atau paket,hehehhe... Syukran mempunyai kealian pada waktu itu,,, dia kerjaanya membuat tulisan di atas kertas karton untuk di citak atau di sablon sesuai pesanan tulisan dengan menggunakan piling dan perasaan ukuran panjang sapanduk yang di pesan dan ahli pemasaran sekaligus reka untung rugi.

kedua
Mamank nama panggilannya yang di kenal di kampusnya oleh semua mahasiswa memanggilnya begitu, bahkan para karyawan STIAMI pun begitu memanggilnya, Mamank, yang keahliannya tuk mengkroping atau mengkorek tulisan yang sudah di buat di atas kertas karton dengan tanggnya, biarpun kasar telapak tangannya yang di milikinya kalo mengkorek tulisan dia sangat luwes alias ati2, nah lupakan tuk mengenalkan dari mana aslinya, Mamank nama panggilan asli dari pulau jawa yaitu Cirebon punya bahasa yang di gunakan bahas sunda tapi bahasa Indonesia tidak kalah dengan orang lainnnnnn, heheheeeee...

yang ketiga adalah........
dul...nama panggilan asli dari tangerang alias betawi punya prodak.nah Bedul ini!!!! Keahlian yang di miliki tidak jauh dari syukran,tapi dia orang yang menyablon sapanduk pada saat pencitakan secara manual yang mempunyai tangan tidak jauh berbeda dari teman2Nya,keluwesannya dan sangat ati2 ketika menyablon dan tidak lupa di tanggan kirinya selalu menjepit roko Sampoerna Mill dan slalu tenjang tidak memakai baju dan sering berkata BENTEK!!! alias masih jomblo pada saat itu kenapa?? Bentek!! karna malam minggu selalu di kampus.

yang keempat
Didi, didi asli dari prodak tambun ya betawi alias pribumi dia mempunyai keahlian sama dengan Bedul yang jelas tidak kalah hebat dengannya,ketika menyablon mempunyai kebiasaan tangan kirinya selalu menjepit Djarum Super pada saat menyablonnnn ya dengan telanjang alias tidak memakai baju yang keliatan mesin cucinya di depan heheheheheeeee...

yang kelima
ELFIS dia asli Padang,keahlian dia pada saat kerjaan selesai yang selalu membereskan alias pinising tuk membereskan dan membersikan tempat yang mana tempat itu harus bersih seperti semula, karna elfis orang yang sangat bertanggung jawab dalam pinising pada saat selesai.Nah itulah biografi yang dimiliki kami, biarpun berat atau ringan kerjaan yang kami lakukan kami membagi job kerjaan dengan tidak ada kengirian satu sama lain alias kami kan selalu kompak dalam pekerjaan atau pun berbeda suku.
Ketika pada suatu saat kami mendapat kan order dari teman kami yang sudah bekerja, yang sudah saya sebutkan di atas.teman kami bekerja di salah satu perusahaan yang sangat bonafit, teman kami memesan spanduk 2 pic dengan ukuran 400cm x 100cm. yah lumayan tuk cari makan dan minum kopi tidak lupa penjepitnya alias roko di waktu malam dan pagi,harga pada saat itu satu meter 30.000,00 tidak boleh kurang dan boleh lebih ngasi ya kalo di kalikan 8m x 30.000,00 Rp 240,000,00.

Pada saat kami melakukan perkerjan kami belanja kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan ya kain putih sesuai dengan pesanan panjan x lebar dan kertas karton,selepas kami belanjan di pagi hari sampe siang hari sorenya kami mulai bekerja.langkah awal yang kami lakukan membuat tulisan diatas karton, yang jelas sesuai dengan pesanan...awas jangan sampe salah tulis...nanti rugi itu yang kami takutkan??????? Seperti halnya biasa kami bekerja sesuai dengan bidang masing yang dimiliki,,,,,, bahkan yang santai sibuk dengan menelepon atau memesan makanan alias pesan bungkus nasi warteg.ya persiapan amunisi tuk di waktu malam selepas penulisan di atas karton tinggal bagian mengkorek tulisan yang sudah jadi untuk mengkorek tidak mudah apa yang kita liat ya memang kalo diliat sangatlah mudah tapi kalo kita pratekkan tangan kita takut salah itu yang ada dalam pemikiran kita,tapi dengan danya keberanian dan kebiasaan yang dilakukan itu semuanya mudah dilakukan. jangan takut akan hal salah tuk melakukan sebuah pekerjaan yang kita hadapi...peralatan yang di butuh kan tuk mengkorek tulisan hanya sebuah kater kecil dan jangan lupa ujungnya jangan sampai tidak tajam!!dikarnakan akan merusak tulisan dan hasilnya tidak akan bagus.tuk mengkorek jangan lupa kita harus pake alas ya...seperti kertas karton atau bantal yang tidak mengganggu pada saat mengkorek,setelah penyelesaian mengkorek barulah kita persiapan tuk proses menyablon manual,,,, Alaskan kain diatas tempat yang sudah di sediakan dan jangan lupa pantek dari semua sudut supa tidak tergeser pada saat menyablon aduk lah warna secupnya sesuai warna yang di pesan dan tidak lupa buntellah spon tuk menotol,itu bahsa sablon manual di harap tuk mengerti!!!....setelah proses selesai gantunglah kain yang sudah di sablon supaya dia kena angin atau nyalakan kipas bahkan kami menggunakan kipas yang ada di di kopma karna pada saat itu kami mengerjakan di dalam kantin ya kantin punya kopma untungnya kami anggota kopma ya jadi tidak kena cash alias bayar tempat asal tempat yang kami pakai harus seperti semula di bersihkan.dalam proses penyablonan kami serahkan kepada yang ahlianya seperti diatas kami sebutkan,yang sudah tinggal nyantai sambil menghirup udara malam dan menghembusakan sebatang roko dan di temani segelas cangkir kopi........"

Bersambung………………………………………..