2BUKAN GANG BUNTU: Februari 2010 .emoWrap{ background:#ccc; border: 1px solid #333; margin:5px; padding:10px;}

Rabu, 17 Februari 2010

Bersama Kita Jelang Surga,Insya Alloh


(note: suci wulandari, sumbernya kata dia lupa..)

Sejak kecil aku mengenalmu, karena kau tetangga dekatku. Namun tak pernah terbayang kau akan menjadi pendamping hidupku.

Sebenarnya engkau tak terlalu cantik, tapi lebih sulit untuk mengatakan engkau jelek. Biasa saja. Engkau juga tak pernah memoleskan make-up di wajahmu, apalagi mengenakan perhiasan sebagaimana kebanyakan teman-temanmu.Namun kesehajaan itulah yang justru mengusik hatiku, sehingga kuputuskan untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku. Engkau yang sederhana, pintar dan tak banyak bicara, sungguh terlihat dewasa.

Engkau bukan anak yang berpangkat, juga bukan keturunan ningrat. Tapi aku tak peduli, yang kuutamakan bukan itu. Tetapi raga yang selalu menutup aurat dan jiwa yang selalu mengutamakan akhirat. Tekadku sudah bulat, kan kupinang dirimu dalam waktu dekat.

Saat itu engkau baru lulus SMA. Tak kusangka engkau akan menerima dengan tangan tebuka. Bahkan, demi aku, engkau rela mengorbankan keinginanmu untuk mencicipi bangku kuliah. Semua gurumu pun menyayangkan hal itu, karena menurut mereka engkau termasuk murid yag cerdas. Tapi entah mengapa, engkau lebih memilih menjadi ibu rumah tangga saja. Sujud syukurku kepada Alloh, alhamdulillah.

Semua serasa begitu mudah, dan kita pun menikah. Saat itu usiaku baru 25 tahun, sedangkan usiamu baru 19 tahun. Memang masih terlalu muda untuk kalangan umum, tetapi ternyata engkau berani mengambil keputusan itu. Engkau berani mengakhiri lajangmu di usia yang sedini itu. Aku pun semakin kagum padamu.

Sejak menikah hingga kini, belum pernah engkau mengeluh tentang keadaan yang kita alami. Padahal engkau tahu sendiri, penghasilanku yang tak seberapa, kadangkala tak seimbang antara pemasukan dan kebutuhan. Sering kita harus menekan beberapa keinginan karena memang kita tidak sanggup menggapainya. Namun tak pernah kulihat kristal bening menetes dari pelupuk matamu karena itu.

Masih teringat ketika pertama kali kita arungi bahtera ini di sebuah kontrakan mungil. Sama sekali kita tak punya apa-apa, bahkan alas tidur pun tak ada. Tapi, engkau begitu cerdik. Seongkok pakaian kita yag masih tersimpan di dalam tas usang kau keluarkan. Engkau lipat, kemudian kau tumpuk dua hingga tiga pakaian, lalu kau bariskan sedemikian rupa hingga menyerupai kasur. Kemudian engkau bentangkan kerudung lebarmu laksana seprei permadani menyelimuti kasur indah lita. Engkau tersenyum dan mempersilahkan aku tidur. Kutatap wajahmu, kubalas senyummu dengan genangan air mata haru.

Bersamamu, bergulirnya waktu terasa begitu cepat. Hari-hari berlalu selalu terasa begitu indah. Kekurangan materi yang menemani kita setiap hari, seakan bukan merupakan beban manakala kita senantiasa ikhlas. Denganmu, begitu banyak pelajaran yang aku petik.

Ketika setahun usia pernikahan kita, tujuh bulan sudah usia kehamilanmu. Aku begitu panik ketika engkau mengalami pendarahan, tapi engkau begitu tenang, tak gugup sedikit pun. Padahal dari keningmu yang berkerut dan nafasmu yang tertahan, aku tahu kau tengah menahan rasa sakit yag luar biasa. Segera kubawa ke bidan, dan dia bilang ini tanda-tanda mau melahirkan.

Jam dua belas tengah malam, ketika semua insan terlelap dengan mimpi-mimpinya. Anak pertama kita lahir, prematur. Ah… betapa bahagianya aku, kucium kenigmu berulang kali. Kudengar kau berbisik, “Bi…, aku lapar”. Tersentak aku mendengarnya. Ya, seharian tadi engkau tidak memasak dan tak makan karena sudah merasakan sakit sejak kemarin. Sedangkan sore tadi aku hanya beli sebungkus nasi di warung dan sudah kulahap habis, sebab tadi ketika kutawari kau tak mau. Tak ada roti, tak ada jajanan, tak ada apa pun untuk mengganjal perutmu. Mau beli, seluruh toko dan warung sudah pada tutup. Akhirnya, kusodorkan segelas air putih yang disuguhkan bidan untukmu. Dan engkau pun tak menuntut lebih dari itu. Kembali menggenang air mata di pelupuk mataku menyaksikan kebahagian yang tersirat di wajahmu. Ya, bayi mungil kita yang nampak sehat dan berbahagia menjadikanmu lupa lapar dan dahaga.

Tahun berganti dan engkau tak pernah berubah. Hampir sepuluh tahun kita bersama dalam kehidupan yang selalu sederhana, tapi kita tak pernah mengeluh. Engkau juga tak pernah menuntut dunia dariku, tak pernah minta ini dan itu sebagaimana para istri kebanyakan. Beli pakaian saja, mungkin tiga atau empat tahun sekali. Perhiasan? Kau tak pernah mengenalnya. Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa berhutang saja bagimu sudah lebih dari cukup.

Sungguh, aku beruntung sekali memilikimu. Engkaulah sebenarnya perhiasan itu. Semoga engkau selalu tegar mendampingiku, hingga kita jelang surga bersama-sama. Insya’ Alloh. (Abu Al-Ayyubi).

*Buat istriku, aku tahu engkau punya impian. Maafkan aku yang hingga kini belum mampu mewujudkan impianmu.

Keluarga yang harmonis dan Langen merupakan hal yang diinginkan ole setiap keluarga.

PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING


A. Huruf Kapital atau Huruf Besar

1. Huruf capital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya:
Dia mengantuk.
Apa maksudnya?
Kita harus bekerja keras

2. Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Misalnya:
Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
Bapak menasehatkan, “Berhati-hatilah, Nak!”
“Kemarin engkau terlambat, “katanya.
Besok pagi, “kata Ibu, “dia akan berangkat”.

3. Huruf capital dipakai sebagai huruf pertamadalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Misalnya:
Allah Al-kitab Islam
Yang Mahakuasa Qur’an Kristen
Tuhan akan tunjukan jalan yang benar kepada hamba-Nya.
Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, kejalan yang Engkau beri rahmat.

4. Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya:
Mahaputra Yamin
Sultan Hasanuddin
Haji Agus Salim
Imam Syafii
Nabi Ibrahim
------------------------------------------------------------------------------
(Dikutip: Pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan & pembentukan istilah)
***bersambung****

Sabtu, 13 Februari 2010

KISAH KLASIK MAHASISWA STIAMI


SANGGAR OR, oleh : mamang
-------------------------
Sebuah kisah anak kampus yang tidak pernah pulang keperaduan dalam depakan bantal guling!!!! Kisah ini akan menguat dalam dekapan kehidupan dan akan terkenang di mana para penghuni sanggar OR bertempat tinggal. Sanggar OR sebuah perkupulan anak kampus yang tidak mempunyai tempat tuk bersarang di mana selepas dalam aktivitasnya yaitu kuliahhhhhhh, terbentuknya Sanggar OR dikarnakan permasalahan aktivis yang tidak mempunyai peraduan seperti yang awal di ceritakan,tercetusnya sebuah ide dan aktivitas ketika dalam sang matahari terbenam yang akan timbul dalam waktu 6 jam, nah disinilah tercetus sebuah nama OR alias (Ogah Rugi) kenapa di namakan OR????? pada saat itu kita iseng tuk membuat sebuah Spanduk Organisasi yang akan di sablonnnn,iseng2 lah jalan ke proyek senen di sana kami membeli semua kebutuhan tuk menyablon ya seperti medium,pasta,perwarna, kaen putih juga sekaligus membeli kertas karton.

Disinilah kami memulai tuk mencari sebungkus roko,sebungkus nasi tuk bertahan dan mengisi voucer nomor hp kami. dari awal ini kami menerima order apapun yang kami bisa lakukan yang penting pada prinsip kami di mana kerjaan yang terlihat dan tergenggam kami akan lakukan yang penting halallllll dan barokahhhhh...dan tidak rugi!! alias OR (Ogah Rugi).
Disinilah Sanggar OR ini didirikan oleh beberapa mahasiswa Syukran( syukran misiliu),Mamank (mamank setiawan), Bedul ( as. gunawan) ,Didi( didi rohendi),Elfis (elfis pesley) semua mempunyai keahlian masing2 tuk mengerjakan krativitasnya dan dapat menyelesaikan kerjaan sesuai bidang yang di milikinya.
Sanggar OR berdiri pada tahun 2002 yang jelas tanggal dan bulan kami tidak ingat....yang pasti kami tidak pernah mencatat apa yang seharusnya kami catat sehingga tidak tau pada tanggal berapa OR berdiri di Kampus kami STIAMI,ya maklumlah penyakit lupa selalu mendekapi kami. untungnya kami tidak lupa tuk menjalankan kewajiban kami pada sang pencipta, menjalankan sholat 5 waktu.byang jelas apa yang di perintahkan sang pencipta kita harus laksanakan!!!
Kisah ini akan mengungkap kisah perjalan Sanggar OR,
Sanggar OR didirikan oleh mahasiswa STIAMI yang mana mereka dari rantau atau pribumi yang jarang tuk menemui keluarga tercintanya,,,tapi jangan salah!! biarpun kami jarang ketemu,kami sangat mencintai keluarga kami dan sahabat kami biarpun kami tidak satu suku alias berbeda bahasa yang di bawakan masing2 tapi kami harus kompak ketika kami mendapat kan order, entah dari Organisasi atau dari kampus tapi ada juga dari luar, itu pun di kasi teman kami yang sudah bekerja yang bukan termasuk anggota kami alias Sanggar OR.

Sebelum kami mengulas kisah Sanggar OR lebih jauh tuk di ketahui oleh para pembaca, kami akan mengulas asal usul kami yang jelas bukan datang ga di jemput pulang ga dianterinnnn...ehhh ituh mah jaelangkung!!! wah da lewat pembicaraan...ya gitulah para pembaca kami selalu bercanda supaya awet muda kata orang dulu kami selalalu menghibur dan terhibur biarpun dengan ketidak pulangan kami keperaduan dalam pelukan bantal guling kami, heheheheeeee...
Kita akan kembali kecerita Sanggar OR, tentang asal usul pendiri Sanggar OR yang pertama,
Syukran, berasal dari laut lepas jawa yaitu sulawesi bertempat tinggal dmi daerah Gorontalo yang jelas kami mengasih biodata tidak akan selengkap ketika mengirim surat atau paket,hehehhe... Syukran mempunyai kealian pada waktu itu,,, dia kerjaanya membuat tulisan di atas kertas karton untuk di citak atau di sablon sesuai pesanan tulisan dengan menggunakan piling dan perasaan ukuran panjang sapanduk yang di pesan dan ahli pemasaran sekaligus reka untung rugi.

kedua
Mamank nama panggilannya yang di kenal di kampusnya oleh semua mahasiswa memanggilnya begitu, bahkan para karyawan STIAMI pun begitu memanggilnya, Mamank, yang keahliannya tuk mengkroping atau mengkorek tulisan yang sudah di buat di atas kertas karton dengan tanggnya, biarpun kasar telapak tangannya yang di milikinya kalo mengkorek tulisan dia sangat luwes alias ati2, nah lupakan tuk mengenalkan dari mana aslinya, Mamank nama panggilan asli dari pulau jawa yaitu Cirebon punya bahasa yang di gunakan bahas sunda tapi bahasa Indonesia tidak kalah dengan orang lainnnnnn, heheheeeee...

yang ketiga adalah........
dul...nama panggilan asli dari tangerang alias betawi punya prodak.nah Bedul ini!!!! Keahlian yang di miliki tidak jauh dari syukran,tapi dia orang yang menyablon sapanduk pada saat pencitakan secara manual yang mempunyai tangan tidak jauh berbeda dari teman2Nya,keluwesannya dan sangat ati2 ketika menyablon dan tidak lupa di tanggan kirinya selalu menjepit roko Sampoerna Mill dan slalu tenjang tidak memakai baju dan sering berkata BENTEK!!! alias masih jomblo pada saat itu kenapa?? Bentek!! karna malam minggu selalu di kampus.

yang keempat
Didi, didi asli dari prodak tambun ya betawi alias pribumi dia mempunyai keahlian sama dengan Bedul yang jelas tidak kalah hebat dengannya,ketika menyablon mempunyai kebiasaan tangan kirinya selalu menjepit Djarum Super pada saat menyablonnnn ya dengan telanjang alias tidak memakai baju yang keliatan mesin cucinya di depan heheheheheeeee...

yang kelima
ELFIS dia asli Padang,keahlian dia pada saat kerjaan selesai yang selalu membereskan alias pinising tuk membereskan dan membersikan tempat yang mana tempat itu harus bersih seperti semula, karna elfis orang yang sangat bertanggung jawab dalam pinising pada saat selesai.Nah itulah biografi yang dimiliki kami, biarpun berat atau ringan kerjaan yang kami lakukan kami membagi job kerjaan dengan tidak ada kengirian satu sama lain alias kami kan selalu kompak dalam pekerjaan atau pun berbeda suku.
Ketika pada suatu saat kami mendapat kan order dari teman kami yang sudah bekerja, yang sudah saya sebutkan di atas.teman kami bekerja di salah satu perusahaan yang sangat bonafit, teman kami memesan spanduk 2 pic dengan ukuran 400cm x 100cm. yah lumayan tuk cari makan dan minum kopi tidak lupa penjepitnya alias roko di waktu malam dan pagi,harga pada saat itu satu meter 30.000,00 tidak boleh kurang dan boleh lebih ngasi ya kalo di kalikan 8m x 30.000,00 Rp 240,000,00.

Pada saat kami melakukan perkerjan kami belanja kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan ya kain putih sesuai dengan pesanan panjan x lebar dan kertas karton,selepas kami belanjan di pagi hari sampe siang hari sorenya kami mulai bekerja.langkah awal yang kami lakukan membuat tulisan diatas karton, yang jelas sesuai dengan pesanan...awas jangan sampe salah tulis...nanti rugi itu yang kami takutkan??????? Seperti halnya biasa kami bekerja sesuai dengan bidang masing yang dimiliki,,,,,, bahkan yang santai sibuk dengan menelepon atau memesan makanan alias pesan bungkus nasi warteg.ya persiapan amunisi tuk di waktu malam selepas penulisan di atas karton tinggal bagian mengkorek tulisan yang sudah jadi untuk mengkorek tidak mudah apa yang kita liat ya memang kalo diliat sangatlah mudah tapi kalo kita pratekkan tangan kita takut salah itu yang ada dalam pemikiran kita,tapi dengan danya keberanian dan kebiasaan yang dilakukan itu semuanya mudah dilakukan. jangan takut akan hal salah tuk melakukan sebuah pekerjaan yang kita hadapi...peralatan yang di butuh kan tuk mengkorek tulisan hanya sebuah kater kecil dan jangan lupa ujungnya jangan sampai tidak tajam!!dikarnakan akan merusak tulisan dan hasilnya tidak akan bagus.tuk mengkorek jangan lupa kita harus pake alas ya...seperti kertas karton atau bantal yang tidak mengganggu pada saat mengkorek,setelah penyelesaian mengkorek barulah kita persiapan tuk proses menyablon manual,,,, Alaskan kain diatas tempat yang sudah di sediakan dan jangan lupa pantek dari semua sudut supa tidak tergeser pada saat menyablon aduk lah warna secupnya sesuai warna yang di pesan dan tidak lupa buntellah spon tuk menotol,itu bahsa sablon manual di harap tuk mengerti!!!....setelah proses selesai gantunglah kain yang sudah di sablon supaya dia kena angin atau nyalakan kipas bahkan kami menggunakan kipas yang ada di di kopma karna pada saat itu kami mengerjakan di dalam kantin ya kantin punya kopma untungnya kami anggota kopma ya jadi tidak kena cash alias bayar tempat asal tempat yang kami pakai harus seperti semula di bersihkan.dalam proses penyablonan kami serahkan kepada yang ahlianya seperti diatas kami sebutkan,yang sudah tinggal nyantai sambil menghirup udara malam dan menghembusakan sebatang roko dan di temani segelas cangkir kopi........"

Bersambung………………………………………..

Senin, 08 Februari 2010

NASKAH


“ TABIAT “
Dasar naskah
…sebuah kenyataan sekarang anak sering kali terpengaruh akibat kebiasaan yg kurang baik entah dari lingkungan keluarga maupun pergaulan, ini hendaknya kita semua harus berperan aktif mengawal dan mengawasi prilaku dan perkembangan anak sejak dini. Sebab kalau tidak ini menjadi bom waktu yg cepat atau lambat menjadi ancaman keluarga maupun kehidupannya mendatang
Dengan dasar pemikiran diatas kami mencoba membuat illustrasi berbentuk teather atau drama yg dalam cerita mengisahkan tentang tabiat dan kebiasaan sehari-hari yg dilakukan orang tua yg tidak sadar kbiasaannya dan sifatnya ditiru oleh anaknya dan kami beri judul “TABIAT”
SINOPSIS
Ada dua keluarga hidup disebuah perkampungan yg kebiasaan mereka ini seringkali rebut pagi-pagi dan seringkali membawa anaknya dalam persoalan orang tua, masalah anak kecil jadi masalah besar, masalah besar acap kali dianggap enteng. Padahal diperkampungan itu mereka suka ikut pengajian ibu2 atau juga bapa-bapa atau kegiatan rohani lainnya namun akibat tabiat dan kebiasaan mereka yg sering ribut2 mereka tidak menyadari secara tidak langsung mendidik anaknya menjadi seorang yg suka ikut –ikutan dan menjadi pemarah dan pendendam.
Sehingga dikedua keluarga ini sering kali cekcok antara orang tua dan anak, antara orang tua dengan orang tua dan anrata anak dengan anak, kadang pertengkaran ini berujung pada perkelahian.Untungnya ada sosok figure RT yg karismatik berada ditengah-tengah mereka.
Nama dan karakter Tokoh: Keluarga I : Ibu romlah (mudah tersinggung)
bapak rojak ( sedikit kurang perduli dan pekerja serabutan)
udin (kocak/agak lucu)
Keluarga II : Ibu siti (ramah tapi sedikit nyeleneh dan suka ngrumpi)
bapak Zaman (pekerja tetap serius tapi santai)
amir ( polos dan menuruni sifat ibu)
bu guru : Mimin (logat sunda penyabar dan pengayom)
ADEGAN I :
..keluarga (I)” Pagi sekitar pukul 5 subuh sang ibu bangun..”
Ibu Romlah: pak…pak..dah subuh….( bpk tak bergeming/tak bergerak)
Lalu ibu mencoba membangunkan lagi ( dgn swara agak naik/kencang)..matahari bentar lagi nongol pak….(sang bapak tetap tak bergeming)..
Lalu sang ibu menaikan swaranya lebih keras lagi dgn nada tenornya..pak..!!! bangun sudah subuh susah banget dibanguninnya sii…gk malu sama anak pak…, makanya jangan begadang terus gimana mo dapet rezeki…pa..pa..
Bpk Rojak: Aduh bu jangan teriak-teriak atuh bu…subuh-subuh da teriak2 malu ma tetangga….kaya ada kebakaran aja >>( lalu bapak bergegas kesumur)..
Ibu romlah: Gimana saya gak mau teriak setiap hari selalu begitu pa..pa..(sambil menggapai dan membisikan anaknya, nak jangan contoh kebiasaan bapakmu ya…)
UDIN: Iya bu…tenang ja…
Ibu romlah: oh ya din tolong belikan gorengan diwarung sebelah, ibu mo bwt kopi buat bapakmu…
Udin: Oke mother..(siudin langsung menuju warung gorengan)…
“ namun tetangga sebelahnya juga sedang menikmati hidangan pagi hari juga..” (kel.II)
IBU SITI: Hayo habiskan makanannya…
Bpk Zaman dan amir : Ia…sambil menyomot kembali hidangannya…
Bapak zaman :Tetangga sebelah teriak-teriak melulusih klo pagi, bikin pengeng kuping aja…
Ibu siti: Aah bapak ni kayak gk tau kebiasaan tetangga kita, stiap pagi merekakan slalu kisruh maswaminya..yg hobinya bgadang itu…, klo dia bangunin saminya da kaya komandan upacara militer..!!
Ibu,bpk dan anak: Tertawa bareng..(sambil ditutup mulutnya)..
Ibu siti: Nak sudah sana siap2 sekolah, tar kesiangan…
Amir: Okelah klo begitu…, sambil menuju kamar dan berdiri didepan lemari kaca tuk merapihkan kembali rambutnya…
ADEGAN II
…” sekitar jam 6.15…..”
UDIN: amir…amir….eh maaf ..assalaamu’alaikum….bu gadisnya ada…
Ibu siti: Waalaikum salam..tunggu din gadis lagi rapih-rapih..
Udin: Oke…
Amir: Bu amir berangkat ya..sambil cium tangan ibunya…dan langsung menyapa udin, oke friend lets go to school…
Udin: Brangkaaaaat…
…Setelah anaknya menghilang dari pandangan mata….ibu fitri meraih sapuh tuk membersihkan halaman…
Ibu siti: …berhenti sejenak….dan berkata ketetangganya yg kebetulan terlihat sedang menyapuh juga..bu romlah waduh..pagi2 da teriak kaya komandan upacara aja…emang gk bias dikecilin gk enak didenger dikuping ..
Ibu romlah: Biasa bapaknya…susah bener dibangunin….eh knape lu kok mau tau aja uran saya pake nasehatin sgala lagi…jangan sok lah….sambil membuang sapuhnya…
Ibu siti: ..weit dia marah….seitu aja kok marraaah….sambil masuk kedalam
..dan dalam waktu yang bersamaan….
Bapak zaman dan rojak pamit keluar untuk mencari nafkah ….brangkat dulu ya bu….
Dan sautan berbarengan juga ..ya hati2 ya pak….., nah ibu romlah yg masi gk terima dinasehat melirik dgn tajam sambil mlengos dan membanting pintu…”gubrakkk!!!
Ibu siti: anneeh….sambil masuk kedalam rumah juga…
ADEGAN III
….SEPULANG SEKOLAH….
Udin dan amir : Bu pulang duluan ya..
Bu guru : oh ya..hati dijalan inget langsung pulang…
Udin dan amir: : don’t worry my teacher
Bu guru : dasar anak anak2 sekarang so britis…y sudah ibu juga mo jalan…
Amir: ..din tadi pagi saya ktawa denger ibu bilang pagi da triak2 kayak komandan upacara militer…
Udin: …ko ketawa mang lucu..,
Amir: Ya luculah…bis ngebayangin ibu kamu jadi komandan upacara berdiri didepan…triakannya…pa…banguun….hehee…bencanda din…kayaknya marah..marah niye…
Udin: Siapa yang marah emang begitu ko sifat dan kebiasaan ibuku…( sambil cemberut..)
Amir: ..gak marah kok cemberuut…., ya udah yuk kita percepat jalannya da lapernih kpengen buru-buru sampe dirumah mo nyantap siang…
Udin: Ayolah saya juga da laper….
..siang hari skitar pukul 1.30 mereka berdua sudah masing2 sampai dirumah…(aktivitas dikluarga II)
Udin: ..assalaamu’alaikum…
Ibu romlah: Walaikum salam….
Udin: …(udin mencium tangan ibunya, setelah itu dia duduk melepaskan perlengkapan sekolah dan tak lama kemudian dia menceritakan obrolan tadi siang dari amir tetangga yg satu sekolah…) bu tadi amir cerita sama udin katanya ibu tiap pagi kok berisik dah gitu dia bilang ngebayangin ibu klo lagi teriak kayak komandan militer sedang mimpin upacara…
Ibu romlah: Ha…apa kata bunga din..bener begitu..
Udin: Bener bu…
Ibu romlah: ..ini pasti ulah ibunya bunga diakan emang sering ngebanyolin keluarga kita…(klihatan panas ati, karna merasa malu kebiasaannya itu diolok-olok sama) lalu tiba2 ibu romlah mengambil sapu lidi dan keluar sambil bicara lagi-lagi suara tenornya yang meledak…hei siti..! (sambil mengacungkan sapu lidi) lo ngapain ngomongin gw sama anak lo..pake segala bilang gw kayak komandan militer lagi…sini lug w empes…(mukanya merah..tatapannya menajam seolah ingin membunuh ibu siti)
Ibu siti: ..knapa bu romlah siang-siang ko da teriak2…
Ibu romlah: ..lo gk denger yg gw bilang tadi..!! jangan pura2 tuli dahh..jangan sampe gw remes2 mulut loe…
Ibu siti: ..oh itu..ya maaf..bis kan kuping pengeng juga denger stiap hari tetangga teriak-teriak..memngganggu kenyamanan umum bu…kliatannya marah bener…
Ibu romlah: (tanpa basa-basi lagi bu romlah langsung lompat dan melempar sapu lidihnya ke badan bu siti, lalu langsung menjambak rambut bu siti) dan berkata : luurus aja kluarga lo jg belum tentu becus pake komentarin gw lagi kaya sendirinya gk begitu..( ibu sitipun sentak kaget dan replek ikut menjambak rambut bu romlah)
Ibu siti: …eeeh memang kenyataan ko (ucap bu siti tak mau disalahkan) sambil menjambak2
>>>kejadian itu berlangsung sekitar 7menit, udin dan bungapun bingung pada akhirnya memanggil Pak RT.
Udin dan amir: …Assalamualikum..pak RT..PAK RT (dengan suara lantang dan gesture tubuh yg panic)..
Pak RT: Ada apa si nak kok dua-duan panggil saya teriak2 pula….
Udin: ..ee…anu…anu…(sangat gugup)..ib..ib…( udin tak sanggup bicara, lalu di gantikan oleh bunga)
Amir : …alah ribet lo din…ee..anu..anu..anu pak rt..ibu kami bertengkar dihalaman rumah…pada main jambakan…( sambil menyeret tangan pak rt, dan langsung membawa pak rt kehalaman rumah)
Pak RT : …Sesampainya..di TKP….>
STOP…STOP…sambil melerai kedua yg bertengkar…, ada apa sibu sampai begini…malu diliat orang..malu ma anak bu…( melihat rt bicara sentak mereka berhenti) dan pak rt melanjutkan pertanyaan setelah mereka reda…memangnya ada pa…
Ibu romlah: …saya tersinggung pak…dia seolah mengolok2 saya sama anaknya
Ibu siti: Bukan mengolok2 kamu saya sekedar guyon…pak
Pak RT: Ya sudah-sudah….sekarang ayo salaman…anggap kejadian ini tidak terjadi dan kedepan jangan membesar2 masalah kecil dan jangan anak2 kecil diajak bencanda membicarakan orang gk baik buat kesehatan…
..merekapun sadar dan bersalaman..
.. udin dan bungapun..bicara..
Amir: maapin aku ya udah ngomongin ibu kamu yg gk2 ngk..
Udin: ya aku juga minta maaf karna jadi pengaduan….
(udin dan bunga pun bersalaman dan berjanji tidak akan mengulangi)….

Pak rt, ibu romlah, ibu siti, bunga dan udin masing2 menuju rumah………….(the end….)

 Sutradara dan naskah : Age
 Astrada dan casting : Ibel, rangga
 Illustrasi music : Wahyu dkk
 Artistik koreografer : team creative
 Pemain : resti, dinda, agustin, ibel, teguh, andi, riyan & siti